Batik Motif Singkong dari Kelompok Batik Hapsari Desa Penimbun, Kebumen mulai dilirik Pasar
Kebumen, (kebumen.sorot.co)--Keberadaan perajin batik tulis di Kebumen terus semakin berkembang pesat di masyarakat. Bukan saja batik di Desa Gemeksekti Kecamatan Kebumen, kini Desa Penimbun Kecamatan Karanggayam pun memiliki produksi batik. Motifnya pun menyesuaikan dengan potensi lokal seperti daun singkong yang mulai dilirik pangsa pasar.
Selain motif daun singkong, terdapat pula batik bermotif kuda kepang maupun cepet. Batik ini dikembangkan kelompok usaha Batik Hapsari yang menjadi salah satu perajin batik di Desa Penimbun. Sudah tiga tahun lamanya kelompok ini membuat batik tulis dengan motif khasnya.
Kepala Desa Penimbun Sri Mulyani mengungkapkan, batik sejak dulu sudah dikenal masyarakat termasuk Penimbun. Adapun pemilihan motif khas, menyesuaikan potensi ekonomi dan budaya lokal yang ada di Penimbun. Diketahui singkong menjadi tanaman yang banyak ditanam masyarakat, sedangkan kuda kepang dan cepet merupakan kebudayaan di Desa Penimbun.
"Awalnya sejumlah warga ikut pelatihan membatik yang diselenggarakan desa untuk melestarikan batik lokal," ungkapnya, Kamis (7/3/2019).
Dengan potensi keterampilan yang ada, Penimbun bertekad untuk mengembangkan batik tulis ini dengan harapan meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain motif, batik khas Desa Penimbun memiliki keunggulan warna yang cerah. Warna yang kerap digunakan yaitu biru, kuning hingga merah.
"Dengan demikian, batik ini cocok digunakan untuk laki-laki maupun perempuan," katanya.
Dengan usaha ini, masyarakat pun sudah mulai merasakan dampaknya. Selain pendapatan, usaha ini cukup menarik fektif untuk menekan pengangguran. Usaha batik ini banyak dilakukan perempuan yang dahulu hanya beraktifitas sebagai ibu rumah tangga.
"Saat ini sudah ada 20 anggota kelompok yang ikut membatik," akunya.
Menurut Sri Mulyani, perkembangan batik Penimbun semakin baik dan banyak produksi batik yang sudah dilirik pangsa pasar. Adapun pemasaran selama ini masih mengandalkan BUMDes setempat maupun mengikuti pameran. Sedangkan harga batik sendiri dibandrol tiap potongnya mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu.
"Ke depan akan terus mengembangkan potensi lokal seperti anyaman pandan," tandasnya.
Reporter: Lukman Hakim
Berita asli dapat dilihat disni http://kebumen.sorot.co/berita-5370-link-.html
Admin Desa Penimbun